THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES ?

Senin, 14 Januari 2008

sotoy7


Generasi Anak Ayam

Generasi anak ayam adalah generasi anak zaman sekarang. Tanpa disadari generasi anak ayam ada di sekitar kita. Mereka tumbuh sangat pesat diantara kita seiring semakin modernnya perkembangan zaman. Apakah generasi anak ayam itu?!! Anak ayam itu selalu mengikuti induknya, tidak mempunyai pendirian, jika ada yang menarik menurut dia seperti makanan, bukan tidak mungkin dia akan mengejarnya sampai selokan untuk mendapatkan hal tersebut.
Contoh konkritnya fenomena sepatu berlambang “Singa Jongkok Bersayap” yang sedang booming di kalangan anak muda atau ABG labil lebih tepatnya dan katanya sepatu orang yang berponi miring. Mereka beramai-ramai membeli dan memakai sepatu tersebut. Serta membuat stereotype bahwa sepatu berlambang “Singa Jongkok Bersayap” adalah sepatu yang identik dengan sebuah aliran musik. Padahal sepatu tersebut sudah ada dari kurang lebih 4 tahun silam dan tidak hanya identik dengan satu aliran musik serta berponi miring. Namun ironisnya banyak dari mereka hanya sekedar memakai dan ikut meramaikan trend yang sedang ada. Tidak sedikit dari mereka yang tidak mengetahui bahwa di dalam sepatu tersebut terdapat lirik lagu sebuah band yang di endorse oleh produsen sepatu tersebut. Sekalipun mereka tau ada lirik lagu di dalam sepatu tersebut tapi mereka tidak tau lagunya seperti apa. Bahkan yang parahnya lagi, mereka tidak mengenal band-band yang tercantum di dalam sepatu “Singa Jongkok Bersayap” itu.
Seperti anak ayam yang mengejar hal yang menarik tersebut hingga masuk selokan, para generasi anak ayam pun rela membeli sepatu tersebut walaupun palsu. Mereka rela membeli barang yang palsu dari pada dibilang ketinggalan zaman. Dengan menggunakan sepatu itu, mereka diakui keeksistensiannya di lingkungannya.
Ini mungkin dikarenakan harga sepatu ini yang masih mahal sampai saat ini. Padahal, sepatu ini muncul sudah sangat lama (bisa dikatakan basi!). Jadi “Si pengikut” ini mau-tidak-mau membeli sepatu yang lebih terjangkau demi disebut keren. Walaupun sekali lagi, mereka tidak tau apa-apa. Mereka hanya ikut-ikutan apa yang ada di sekitarnya.
Seperti itulah anak zaman sekarang, selalu mengikuti apa yang sedang trend padahal belum tentu apa yang mereka ikuti dan mereka pakai pantas untuk dirinya. Mereka sudah kehilangan identitas diri mereka sebagai anak bangsa yang memilki beragam kebudayaan yang lebih dari sekadar sebuah sepatu yang kini pasaran itu!!! Dan lebih menyedihkannya lagi mereka tidak bangga serta tidak sadar kebudayaan asli negara sendiri dicuri oleh negara lain padahal kebudayaan tersebut mungkin saja bisa menjadi trend di negara pencuri.

5 komentar:

Pandak_Elok mengatakan...

imo..imo...imo...imo atou emo...emo..emo..lagi usumpisanya!tapi bagus-bagus juga da model n desainnya.
sukses brooo.....^_^

Anonim mengatakan...

absolutly true!!!
banyak sekali pemuda-pemudi yang poninya menutupi matanya dan tidak hanya sekedar menutupi matanya saja tp juga menutupi pola pikir mereka...
why!!?
Macbeth=Emo+cool

Anonim mengatakan...

yeah.. byk yg saya setuju dari article nya.. juga yg tidak...
kenapa harus repot2 tau filosofi produknya untuk pake produknya?
menjadi up-date walaupun msh awam tdk lah salah menurut sayah... masalah ikut2an jaman juga nampak cool2 ajah... terserah mau poser atau pun true! itu pilihan mereka, mungkin... hahaha... apa kamu pernah ingin menjadi pengikut trend? atau kamu seorang individu yang anti trend dan anti mainstream? sama-sama aja... rasa ekslusif yg pengen kita dapetin kn?
entah merasa eksklusif dengan produk/mode yang sedang hype, maupun yang tidak...
semua sama aja...
gmn kta mandangnya...
hahahaha....
sayah jd sotoy jg yak?
bae, meh sarua!
mmmm... culture?
apa kalian sendiri sudah merasa memiliki rasa sayang dan rasa memiliki terhadap culture kta sendiri?
klo sayah mah belum.... jujur...
cuma beberapa mungkin...
atau mungkin tidak sama sekali...
hahaha...
ada lah beberapa...
salute buat kalian yang dah care dan merasa memiliki ma budaya sendiri...
trust me im objective! :) hehe..
ok!

cheers,
aldiator.

Anonim mengatakan...

ciptakan rasa nasionalisme dan patriotisme...
jgn malu akan budaya sendiri...

Anonim mengatakan...

buang rasa genksi...